the Inspiring

 

Ada sebuah lagu, yang semenjak saya kecil/remaja, sangat menginspirasi saya….

Ketika itu lagu ini pertamakali dinyanyikan oleh George Benson, yang karenanya pula saya jadi suka dengan lagu berbau jazz. Terakhir lagu ini dinyanyikan dengan begitu baik oleh Whitney Houston.

Judul lagunya adalah : “The Greatest Love Of All”

I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children’s laughter remind us how we used to be
Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

I decided long ago, never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe
No matter what they take from me
They can’t take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

And if by chance, that special place
That you’ve been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

—————————–

Hal lain yang juga menginspirasi saya adalah cukilan puisi dari salah satu karya Kahll Gibran… dalam bukunya “sang Nabi”. Pertama saya baca tulisan ini di harian Kompas tahun 80′an, sebagai iklan layanan masyarakat. Rasanya saat itu jiwa pemberontakan sedang terjadi dalam diri.. merasa terdukung dengan puisi ini :

“Tentang anak” (Kahlil Gibran)

Anak-anak kalian itu bukanlah anak-anak kalian. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang merindukan kehidupannya sendiri.

Melalui kalian mereka lahir, namun bukan dari kalian – mereka ada pada kalian tapi bukan hakmu sekalian.

Berikan mereka kasih sayang kalian pada mereka, tapi jangan pernah memberikan bentuk-bentuk pikiran, sebab mereka memiliki pikiran mereka sendiri. Kalian berhak membuatkan rumah untuk tubuh-tubuh, tapi bukan untuk jiwa-jiwa mereka sendiri. Sebab jiwa-jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat kalian kunjungi, meskipun hanya alam mimpi. Kalian berhak berusaha menjadikan diri sendiri seperti mereka, namun jangan pernah menjadikan mereka seperti kalian. Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, dan tidak pula tenggelam di masa lampau.

Kalian adalah busur, dan anak-anak itu adalah anak panah yang meluncur. Sang pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian. Dia merentangmu dengan kekuasaannya, hingga, anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Mereganglah dengan senang hati dalam rentangan tangan sang pemanah yang ahli, sebab dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang menghentak mantap.

—————————–

Semoga dengan semua ini kita lebih terinspirasi…. sehingga bisa jadi yang terbaik untuk semuanya.

Salam

whm


Search Engine Submission – AddMe